5 tema favorit film Indonesia

Sudah beberapa tahun terakhr ini film buatan anak negeri kita memenuhi jaringan bioskop. Beberapa film bahkan telah mencetak rekor sebagai box office dan menjadi tontonan favorit kita. Akan tetapi patut kita sayangkan bahwa tema-tema yang ditawarkan oleh pembuat film tampaknya mulai terpatok pada tema yang dianggap bakal menjadikan film laris dengan cepat. Dan menurut catatan saya paling tidak ada 5 tema besar yang paling sering dieksploitasi oleh kalangan perfilman Indonesia.

1. Seks
Kita tentu masih ingat film-film Indonesia produksi dekade 90-an, dimana judul film tersebut benar-benar menggugah hasrat dan rasa penasaran penonton khususnya kaum laki-laki seperti “Hasrat Membara”, “Gairah yang nakal”, “Permainan tabu” dan masih banyak yang lain. Film tersebut mengeksploitasi seks sebagai tema dan tentu saja penuh dengan adegan-adegan yang membuat kita gerah. Ciri khasnya mudah saja; tema yang dangkal, banyak menonjolkan kemolekan tubuh aktris wanita, banyak adegan ranjang serta dialog yang seadanya (karena memang dianggap kurang penting). Sekarang ada kecendrungan untuk kembali menggarap film jenis ini walau pun mungkin tidak sevulgar sekarang.

2. Horor
Kuntilanak, pocong, gendruwo sekarang naik kasta menjadi bintang film. Tema film horor memang bukan barang baru di Indonesia. Sejak dulu mereka sudah mencetak jejak di perfilman indonesia lewat film-film yang mengangkat nama Suzzana seperti “malam satu suro”, “Malam Jumat kliwon” dan lain sebagainya. Kini suster ngesot, Hantu jeruk purut dan hantu jembatan casablanca telah menggantikan peran suketi sebagai super star dunia film horor.

3. Komedi
Anda pasti tahu Warkop. Trio pelawak legendaris Dono, Kasino dan Indro telah mencetak sejarah di perfilman Indonesia sebagai komedian yang paling sering membuat film layar lebar. Sekarang film komedi telah berkembang menjadi semakin kreatif. Kini film komedi sudah ada alur ceritanya tidak lagi sekedar mengumbar adegan konyol seperti yang kita jumpai pada “Quickly Express”, “Otomatis Romantis” atau “Bukan malin kundang”.

4. Drama percintaan remaja
tema ini paling berkembang sejak munculnya film fenomenal “ada apa dengan cinta”. Film jenis ini juga menjadi jembatan artis atau aktor yang dkaruniai fisik yang diatas rata-rata untuk mencapai kesuksesan.

5. Kombinasi dari 4 tema diatas.
Sekarang yang paling sering kita lihat adalah kombinasi antara horor dan seks seperti “Setan keramas”, “Hantu puncak datang bulan” atau “air terjun pengantin”. Namun ada juga kombinasi antara Komedi dan Horor seperti “Setannya kok beneran”. Masih belum ditemukan kombinasi Drama percintaan remaja dengan horor tapi mungkin akan ada sebentar lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: