Penyebab bangkrutnya MU

Berita yang sedang hangat di dunia sepakbola saat ini adalah terancam bangkrutnya sebuat klub yang merupakan ikon Inggris, si “Setan Merah” Manchester United. Berita ini tentu saja membuat orang bertanya-tanya, bagaimana bisa sebuah klub yang dikelola dengan sangat professional, yang memiliki sejarah panjang beserta deretan gelar-gelar yang prestisius, yang mencetak banyak pemain bintang dan memiliki pelatih yang kharismatik seperti MU bisa jatuh kedalam ancaman kebangkrutan ?

Yang membuat kita kian tidak mengerti, MU baru saja mendapat uang puluhan juta pound dari penjualan pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo yang tercatat sebagai pemain termahal saat ini. Namun ternyata hal itu ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan MU dari ancaman kebangkrutan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan klub ini ?

Bila kita cermati masalah yang melanda MU dimulai ketika mereka di beli oleh Malcolm Glazer, seorang taipan dari Amerika. Proses pembelian itu sendiri juga dipenuhi kontroversi disebabkan dengan adanya penolakan dari kubu supporter fanatic. Namun tetap saja proses pembelian jalan terus dan kita semua tahu hasil akhirnya. Yang tidak terungkap ke publik adalah ketika meng-akuisisi MU, Glazer telah meminjam sejumlah besar uang dan tentu saja pinjaman itu harus dilunasi berikut bunganya. Makanya, begitu mendapatkan MU maka keputusan pertama Glazer adalah menaikan harga tiket masuk stadion hingga kini kenaikan harga tiket tersebut telah mencapai 42%.

Ketidaksukaan supporter dengan sosok Glazer tampaknya lebih disebabkan keresahan dengan karakter umum para pengusaha amerika yaitu how to get profit soonly. Ya, kapitalisme yang begitu mengikat kuat setiap jiwa pengusaha dari amerika membuat mereka berani membeli asset berharga dengan harga berapa pun. Dan kemudian mengeksploitasinya secara habis-habisan. Selain MU, Liverpool juga mengalami ini. Menaikan harga tiket, tidak terlalu aktif pada bursa transfer dan hanya membeli pemain tanpa label bintang adalah salah satu strategi MU untuk menahan dananya. Sepak terjang Glazer kemudian adalah mencari sponsor baru dan itu didapatkan pada sebuah grup asuransi raksasa AIG yang “kebetulan” juga berasal dari Amerika. Namun krisis ekonomi yang terjadi membuat raksasa ini limbung dan nyaris saja bangkrut andai tidak ditolong oleh pemerintah USA. Glazer pun mulai kesulitan membayar hutangnya .

Kini akibat terkena imbas dari krisis ekonomi, Glazer mengalami kesulitan berat untuk menutup hutangnya. Hutang MU kini telah mencapai 700 juta pound atau sekitar 10.4 triliun rupiah, untuk menutupinya Glazer berencana menjual aset-aset milik MU mulai dari tempat latihan di Carrington dan bahkan stadion kebanggaan MU yang dijuluki The Theatre of Dream, Old Trafford. Selain itu menurut Daily Mail MU kini sudah tidak memiliki uang dan kemungkinan tidak akan membeli pemain pada bursa transfer January dan Juni nanti. Selain itu juga dikabarkan MU siap untuk menjual pemain bintangnya seperti Rio Ferdinand, Nemanja Vidic hingga si Bengal Wayne Rooney. Semua ini terjadi dikarenakan karena ketidakmampuan Glazer membayar hutangnya dan kesalahan strategi dalam menjual branch MU yang sudah mendunia. Dengan kata lain, kebangkrutan MU-jika terjadi- merupakan hasil dari kapitalisme modern yang hanya berpikir mencapai keuntungan sebanyak-banyaknya dan tidak memikirkan hal-hal lain yang berhubungan. Kita berharap semoga hal itu tidak terjadi.

7 Responses to “Penyebab bangkrutnya MU”

  1. Hanif Sjahbandi, tunas muda sepakbola Indonesia « Diar Herdyan Blog Says:

    […] terbang ke Inggris untuk mengikuti kursus sepakbola di salah satu sekolah sepakbola terbaik dunia, Manchester United Football Academy. Selama kursus itu dia telah menunjukan penampilan yang mengesankan dan karena itu […]

  2. tetukonugroho Says:

    Sulit dikatakan… Sy ngefans sm arsenal krna ide briliannya dlm mencetak laba.. Tp sepakbola beda dg bisnis, kemandulan prestasi arsenal bikin jengah jg.. Smntra MU justru sebaliknya…

    • diarisonline Says:

      sebenarnya dengan prestasi MU seharusnya mereka bisa berjalan dengan utang yang bisa dikendalikan. Tapi sekali lagi utang MU ini bukan kesalahan dari manajemen mereka, tp lebih krn utang malcolm glazer itu sendiri. btw saya senang juga liat gaya main arsenal, cuma imho ya…mereka suka memaksa bermain cantik tp hasil akhirnya justru mengecewakan, sepertinya peluang juara tahun ini juga tipis sekali ya ?

  3. Yang harus dilakukan Chelsea jika ingin juara « Diar Herdyan Blog Says:

    […] The Red Devils mampu mempersingkat jarak poin hingga akhirnya sekarang tinggal satu poin. Desas Desus Bangkrutnya MU ternyata tidak mempengaruhi kedahsyatan penampilan tim asuhan Sir Alex Ferguson ini. Dengan semakin […]

  4. Ailish Says:

    Top boss artikelnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: